Prabowo sedang mencari calon pengganti Gus Miftak pasca mundurnya Utusan Khusus Presiden

Sabtu, 7 Desember 2024 – 02:28 WIB

Jakarta, VIVA- Presiden Prabowo Subianto mengaku akan mencari pengganti Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah yang mengundurkan diri sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Kerukunan Umat Beragama dan Pembangunan Sarana Keagamaan.

Baca juga:

Gus Miftah Mundur Jadi Utusan Khusus Presiden, Ketua GIM: Saya Salut, Saya Sangat Beretika

Nanti kita cari, kata Prabowo, Jumat, 6 Desember 2024 di Istana Kepresidenan.

Seorang penjual es teh viral usai dihina Gus Miftah

Baca juga:

Gerindra mengaku belum mempersiapkan sikap jika Jokowi bergabung setelah dipecat PDIP

Prabowo mengaku tidak melihatnya secara langsung, namun ia mendapat kabar Gus Miftah mengundurkan diri sebagai utusan khusus presiden. Menurutnya, Gus Miftah bertanggung jawab atas perbuatannya. Gus Miftah diketahui pernah mengejek seorang penjual es teh manis dengan kata “bodoh”.

“Tindakan ksatria itu membuatnya sadar bahwa dia salah. Dia bertanggung jawab dan dia mengundurkan diri. Saya kira kami mengapresiasi sikap ksatria tersebut, ujarnya.

Baca juga:

Prabowo menegaskan kenaikan PPN sebesar 12% hanya untuk barang mewah

Mungkin, Prabowo yang mengaku kenal Gus Miftach tak punya niat jahat dan menghina penjual es teh manis itu saat berceramah.

“Mungkin karena dia sosialisasi dan sering ceramah di kalangan bawah, tapi itu bahasanya, tidak jahat, tidak menghina,” jelasnya.

Prabowo mengatakan, apapun ucapan Gus Miftah yang salah, ia menyadari kesalahannya dan bertanggung jawab sehingga ia mengundurkan diri sebagai utusan khusus presiden.

“Saya kira sudah jelas, dia salah, dia sadar dan bertanggung jawab, dia mengundurkan diri. Saya pikir itu sudah jelas. Saya rasa di Indonesia jarang ada orang yang merasa salah tanggung jawab dan mengundurkan diri, jadi kami hargai. Tapi dia sadar kalau dia melakukan kesalahan,” tutupnya.

Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan José Manuel Barroso, Ketua Dewan Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI).

Prabowo mengatakan Indonesia akan menjadi anggota GAVI dan memberikan dana lebih sebesar Rp 475 miliar

Presiden Prabowo menjelaskan, GAVI menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi ancaman pandemi di masa depan.

img_title

VIVA.co.id

7 Desember 2024



Sumber