Langkah Kapolri yang mengedepankan restorative justice bertujuan untuk mewujudkan keadilan dan menghemat anggaran negara.

Jumat, 3 Januari 2025 – 17.37 WIB

Jakarta – Direktur Sekolah Kajian Strategis dan Global (SKSG) Universitas Indonesia Athor Subroto mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang mengedepankan pendekatan tersebut. keadilan restoratif di lembaga penegak hukum.

Baca juga:

Nasib uang Rp 2,5 miliar diperoleh Donald Combes dan antek-anteknya dengan memeras warga Malaysia dari penonton DWP.

“Dan begitu keadilan restoratif Saya rasa hal ini sangat luar biasa dan patut diapresiasi, dan saya berharap hal ini akan menjadi ujung tombak dalam penerapan Hukum Paulry di masa depan, khususnya dalam penentuan prioritas. keadilan restoratifkata Athor pada Jumat, 3 Januari 2025.

Athor pun menyetujui langkahnya dengan Kapolri keadilan restoratif dapat memberikan keadilan bagi korban atau pelaku dan menghemat anggaran masyarakat.

Baca juga:

Mutasi polisi besar-besaran, 13 komisaris pecahkan bintang jadi brigadir jenderal!

Kapolri Jenderal Listo Sigit Prabowo (Dokter Polri)

Foto:

  • VIVA.co.id/Musuh Perdamaian Simbolon

“Saya kira dengan penerapan ini, para korban dan pelaku kejahatan akan mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya. Hal ini akan berdampak pada efisiensi anggaran yang dikeluarkan negara,” ujarnya.

Baca juga:

KPUD mengapresiasi kerja Polri, karena Pilka Jakarta membantu tanpa menggugat Mahkamah Konstitusi

Peneliti UI juga memuji kinerja kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibnas) di tahun 2024 yang dikenal sebagai tahun politik.

Tak hanya itu, Athor juga menjelaskan, peninjauan hari besar keagamaan seperti Natal dan Tahun Baru bisa dilakukan dengan baik oleh Polri.

“Bagi saya, apa yang dilakukan Polri itu mengesankan atau berkesan. Kita tahu tahun 2024 itu tahun politik kita, pemilu presiden, pemilu daerah, dan sebagainya, tapi kita lihat di tahun politik pemilu, Pilkada atau Pilpres akan berjalan dengan baik,” ujarnya.

“Saya kira sangat mengesankan dalam situasi ini ya, bagus sekali menyelenggarakan Keselamatan dan Keamanan Nasional di tahun 2024, padahal ini tahun politik dan banyak hari raya keagamaan semoga berjalan baik dan lancar serta aman,” ujarnya.

Sementara itu, saat Polri mendalami pengaduan masyarakat, ternyata kewaspadaan polisi juga sama seperti yang disampaikan Komisi III DPR RI. Dimana kepolisian merupakan lembaga yang cepat tanggap terhadap pengaduan masyarakat.

“Menurut saya, respon cepat yang dilakukan Polri terhadap berbagai kejadian atau situasi yang menjadi perhatian masyarakat. Saya rasa dalam hal ini Polri sekali lagi saya bersyukur sekali, karena Polri menunjukkan langkah dan tekad yang cepat. dengan apa pun yang menyangkut komunitas dalam keterlibatan, “katanya.

Ia kemudian memaparkan catatan harapan dan tantangan Polri di tahun 2025. Ia berharap teknologi informasi dapat dimanfaatkan untuk memitigasi dampak dan meningkatkan efektivitas penegakan hukum.

“Juga terapkan proses pencegahan yang bisa mencegah terjadinya kejahatan yang belum terjadi. Saya kira proses antisipasi ini bisa dilakukan melalui pemanfaatan teknologi informasi dengan lebih baik lagi,” imbuhnya.

Dan ini terbukti ketika Polri menggunakan teknologi informasi yang menimbulkan kekacauan, maka bisa diharapkan terjadi situasi yang menimbulkan kekacauan di masyarakat, pungkas Ator.

Halaman berikutnya

“Saya kira sangat mengesankan dalam situasi ini ya, bagus sekali menyelenggarakan Keselamatan dan Keamanan Nasional di tahun 2024, padahal ini tahun politik dan banyak hari raya keagamaan semoga berjalan baik dan lancar serta aman,” ujarnya.

Halaman berikutnya



Sumber