Kamis 27 Februari – 01:45 WIB
Jakarta, Viva – Menteri Koordinasi untuk Departemen Makanan Hassan dari Zulkhaf Alias Zulhas mengatakan warga negara Indonesia tidak berharap bahwa pemerintah mendapat bantuan dari pemerintah. Dia meminta tim, terutama petani, terutama petani untuk bekerja keras dan tidak taat.
Baca juga:
Zulhas mempertimbangkan surplus dengan lebih dari 50% tahun ini
Ketua Mandalis Mandal Nasional (PAN) mengatakan bahwa penyediaan bantuan sosial (Bansos) pemerintah menghasilkan cukup untuk waktu yang cukup. Alasannya terus -menerus “jika itu adalah kebiasaan untuk ditanyakan.”
“Jika kami tidak bekerja keras, kami hanya memberikan bantuan sosial untuk 10 kg,” yang lain terbiasa dengan tangan kebenaran yang menyambut mereka untuk bergabung dengan perjudian online.
Baca juga:
Elektronik yang dilengkapi, mengoordinasikan gula stabil dipanggil untuk mengimpor gula
Menurutnya, kesuksesan, termasuk kunci keberhasilan di pertanian. Ini diimbangi oleh pemerintah dalam bentuk menilai produk pertanian pertanian.
Berengsek
Ketua Mandat Nasional (PAN) Zulkhi Alias Zulhas.
Baca juga:
Dana ini diambil oleh persyaratan bantuan sosial untuk PC pada bulan Februari 2025
“Kita dapat bergerak maju dengan warga yang bekerja keras, tetapi pemerintah bekerja keras dan sebagai hasilnya kita perlu membeli dengan harga yang baik,” tambahnya Zulo menambahkan.
Konsep ini digunakan dalam konsep di Thailand dan Vietnam, karena pertanian Galia dapat menyumbang $ 4 miliar, karena pemerintah telah menempatkan harga yang akan diuntungkan oleh pemerintah. Akibatnya, petani makmur karena mereka memiliki uang untuk mendorong produktivitas dan bahkan aktif dalam pengembangan pabrik baru.
“Kita bukan kelapa kelapa. Pohon -pohon kerah, apa contoh Tuhan, apa teladan Tuhan, di mana tempat kita?” Kata Dulhas.
Selain itu, Zulaykis juga percaya pada penggunaan petani Indonesia saat menggunakan teknologi. Dengan demikian, ia juga mulai menerima teknologi pertanian untuk petani lokal, yang mendorong kami untuk mendorong 8% pertumbuhan ekonomi.
“Orang -orang telah menggunakan teknologi, kami telah melakukan mekanisme tertentu. Jika kami harus pergi ke sana. Jika kami pergi ke sana, pertanian akan membantu Anda membuat 8 persen dari pertumbuhan ekonomi,” kata Dolhas.
Pangkuan ini tidak dapat dipisahkan selama 26 tahun karena mengabaikan pertanian pemerintah. Selama periode SAFTTO, sektor pertanian telah dipekerjakan oleh 66%, tetapi sekarang hanya 20-25 persen.
“Pemuda dan ribuan orang meminta ribuan, tanpa keinginan, karena kekayaan gelap,” tambah Zula Zula.
Selain mengadopsi teknologi di bidang pertanian, Zulhas menekankan bahwa pertanian adalah industri yang membawa pendapatan. Memulai masyarakat dari menabur hingga tanaman untuk tanaman di halaman rumah.
Halaman berikutnya
“Kita bukan kelapa kelapa. Pohon -pohon kerah, apa contoh Tuhan, apa teladan Tuhan, di mana tempat kita?” Kata Dulhas.