28 Februari, 28 Februari 2025 – 01:13 WIB
Jakarta, Viva Sekarang penduduk Jakarta harus berhati -hati karena seorang pria yang memutuskan untuk bertindak di dalam mobil.
Baca juga:
Waktu perjalanan dalam tol di kota lebih cepat karena dapat melewati bahu jalan
Gerakan ini disebutkan dalam video yang disebutkan dan umum di jejaring sosial.
Berengsek
Baca juga:
Cherer Tiggo Crosses akan memenangkan 500 kilo di sepanjang IIMS 2025
Seorang pria yang sedang melakukan video segera akan segera mendapatkan kaca di belakang mobil di tengah lalu lintas. Kejadian ini ditempatkan pada emporium emporium VIB yang membongkar pamban Punjlan pigus.
“Pria dengan kemeja hitam memotong jendela di sebelah kiri” Instagram menulis tulisan musim panas @ Faxts.jajarta Viva Jumma, 28 Februari, 28 Februari 2025.
Baca juga:
Pembunuh dua kali ditangkap
Dalam kronologinya, awal para penjahat menjadi pejalan kaki. Kemudian para penjahat dengan cepat melepas refleksi belakang mobil di belakang mobil.
Sudah diketahui bahwa mobil korban adalah Toyota Alphar, yang diberi peringkat RP7,7 juta.
Praktik, Direktur Jenderal Polisi Poljardyan, mengatakan dia telah mendeteksi bersalah atas partainya yang menyelidiki dan tempat tinggal yang konstan.
“Kami melakukan investigasi. Itu cemas,” kata komisi Aleei Vijaya.
Insiden itu segera adalah pusat warga di media sosial. Sebagian besar dari mereka khawatir tentang mengintensifkan kasus kriminal di Jakarta, terutama publik.
Berengsek
Jelaskan pencuri atau pencuri sepeda motor
“Jackarta semakin miskin, pencuri di daerah yang ramai, jadi gerakannya, jadi gerakannya harus sangat cepat” Tulis ulasan warga negara saat sepatu bot.
“Seharusnya ada pengaruh yang kuat pada polisi. Rasa bersalah seperti itu tidak dapat tetap secara teratur” Menurut kata -kata warga negara lain.
Sebagai informasi tambahan, pemilik korban mengkomunikasikan cerita saat ini kepada polisi. Petugas sedang berburu penjahat.
Populasi disarankan untuk waspada dan dengan waspada disarankan dari pemerintah untuk mencegah peristiwa mencurigakan untuk mencegah kepemimpinan.
Halaman berikutnya
“Kami melakukan investigasi. Itu cemas,” kata komisi Aleei Vijaya.