Polisi Polisi Tidak Ingin Dipanggil Kebahagiaan Kelompok Abskata: Setiap tahun Judul Komedi

2025 – 23:07 WIB pada hari Jumat, 21 Februari

Jakarta, Viva – Korps Bhayangkara mencatat bahwa itu tidak terkait dengan pembayaran pembayaran. Polisi Milite mengadakan sejumlah acara artistik secara teratur, salah satunya adalah komedi.

Baca juga:

Anggota Ahmad Santanus Anggota Memori Al -Qur’an dan Jaho Taekwondo

“Institut Perriese modern bukanlah anti-akritis, jadi kami memiliki segmen kritis setiap tahun. Divisi komunikasi, Briger Jenderal Trunoyudo Wiknu Aniko 2125 21 Februari, 21 Februari, 21 Februari, dan pada hari Jumat, 21 Februari 1925.

Berengsek

Karopenas Polri Public Relations Department Brugie General Trunoyudo Wirniko (kanan)

Baca juga:

Polisi Regional Java Tengah Menyangkal Rasa Tidak Sah: Monggo, Sung Again Lagu

Menurutnya, hanya polisi nasional juga telah saling mencapai satu sama lain dari musisi jalanan yang diadakan setiap tahun. Acara ini dianggap bahwa dia tidak tahu partainya, termasuk pemerahan kelompok Pank.

“Saya ingin menjelaskan bahwa kritik kepada polisi nasional adalah peringkat,” katanya.

Baca juga:

Pass yang telah terampil oleh gabus adalah permainan pastry akbar, passquibra

Menurutnya, polemik Song of Silence ditentukan oleh Polisi Daerah Jawa Tengah. Trunoyudo sekali lagi menekankan bahwa stafnya tidak menentang.

“Faktanya, Jawa Tengah ini telah mencapai konsep wilayah, dan ini adalah bagian dari polisi,” katanya.

Kepala Polisi Nasional UGIT Sigit melakukan ini, dan tidak ada ketakutan dengan Korps Bhayangkara, yang dikaitkan dengan lagu “pembayaran” dari Korps Bhayangkar. Menurutnya, milemik mungkin memiliki pekerjaan yang salah.

“Tidak ada masalah karena itu mungkin. Namun, dia diperbaiki,” kata 21 Februari, Sigit 2125, Jumat.

Listery memastikan bahwa Sigit bukan Polisi Nasional, serangga. Bahkan, dia mengatakan dia bisa menjadi materi untuk kritik.

Halaman berikutnya

Kepala Polisi Nasional UGIT Sigit melakukan ini, dan tidak ada ketakutan dengan Korps Bhayangkara, yang dikaitkan dengan lagu “pembayaran” dari Korps Bhayangkar. Menurutnya, milemik mungkin memiliki pekerjaan yang salah.

Halaman berikutnya



Sumber